Sebagai hamba yang beriman selayaknya kita juga hanya memohon kepada-Nya Allah SWT tentang masalah dan keadaan dimuka bumi yang kita singgahi ini. Saat musim kemarau menghampiri manusia, sebenarnya ini adalah sebuah ujian yang diberikan kepada umat manusia tentang bagaimana menikmati rasa bersyukur dan bersabar.
Dalam menyambut Hari Santri 22 Oktober 2019, MWC NU Kecamatan Gumelar mengadakan shalat Istisqa Pada hari Minggu, (22/09/2019) pukul 08.30 WIB, MWC NU Kecamatan Gumelar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan shalat sunnah Istisqo yang bertempat di Lapangan Depok, Gumelar.
كصلاته فيكبر في أول الأولى سبعا وأول الثانية خمسا يقينا ويأتي بجميع ما مر ثم
Artinya, “Cara shalat istisqa sama seperti cara shalat Id. Seseorang bertakbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakaat kedua. Selebihnya ia mengerjakan semua apa yang sudah ditentukan lalu di sana,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 365).
Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya. Insya allah akan di kabulkan (Walahualam).
Rangkaian kegiatan sholat Istisqa langsung dipimpin oleh beliau KH Ahmad Ridwan sebagai imam, sebelum pelaksanaan beliau juga mengatakan bawa baiknya tiga hari sebelum melakukan sholat Istisqo untuk melakukan puasa sunnah sampai hari pelaksanaan sholat, kemudian beliau menjelaskan tata cara sholat sampai pelaksanaan tepat pukul 08.45 WIB.
Walaupun cuaca panas menyelimuti jama'ah, tapi mereka tetap semangat khusu dalam melakukan sholat. Setelah kegiatan sholat selesai dilanjut saling berdoa, memohon mengharapkan kebaikan, keberkahan dan tentunya berdoa agar hujan segera turun dan musim kemarau segera berlalu. Kemudian acara dilanjut khutbah singkat oleh sepuluh Kiyai sesepuh dan Ustad untuk memberikan motivasi dan doa untuk keadaan kemarau yang sedang melanda wilayah Indonesia terkhusus Kecamatan Gumelar dan sebagian wilayah yang terkena bencana kebakaran hutan di Indonesia.
"Selain mengharapkan terkabulnya permohonan, lewat sholat Istisqo juga kita sebenarnya belajar menguji keimanan kita kepada yang maha kuasa, ujian dimana ketika kita melakukan sholat benar-benar akan tejadi hujan dan jika tidak terjadi hujan, disitulah keimanan kita diuji, jadi tetaplah ikhlas memohon kepada Allah agar kita tetap Bertaqwa dan Istiqomah disisinya." Ucap Ustad H. Abu Bakar Juri Lc. MH diakhir khutbah siang itu.
Semua kembali lagi kepada kita dan sang pencipta, jika Allah sudah berkehendak maka terjadilah, namun jika tidak maka itulah ujian buat diri kita, bagaimana kita beriman kepada-Nya. Semoga apa yang kita harapkan semua bisa terkabul dan terwujud selama itu kebaikan.
Hadis terkait salat istisqa :
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawaduk dan kerendahan. Sehingga tatkala sampai di musala, dia naik ke atas mimbar, tetapi tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Ia terus menerus berdoa, merendah kepada Allah, bertakbir kemudian salat dua rakaat seperti salat ketika Ied". (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani)





Comments
Post a Comment