Skip to main content

Posts

Kiai Said : Perang Peradaban Penyebab Konflik Timur Tengah

Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Sirad saat diwawancara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Profesor KH Said Aqil Sirad menceritakan bahwa setelah perang dunia ke II, Komunis hancur berantakan. Setelah itu yang terjadi adalah Perang Peradaban, perang ini terjadi karena dimotivasi dan didorong oleh perbedaan Agama dan Suku. Hal itu disampaikan Kiai Said dalam pidato pengukuhan ormas keagamaan di gedung PGI Salemba, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (11/01/2020) siang. "Waktu dulu itu terjadi bersamaan dengan krisis moneter, kemudian puncaknya akan terjadi Arab Spring atau kebangkitan Dunia Arab, yang dimulai dari Tunisia, Mesir, Libya, Irak, Suriah dan seterusnya, kebangkitan ini mengakibatkan terjadinya protes dimana-mana, pemberontakan dan berujung perang antar saudara, itulah yang dinamakan Perang Peradaban," ujar kiai Said Teori ini didapatkan dari seorang pengamat politik Samuel Hotingten saat pidato pada tahun 1997. Kiai Said juga menegaskan te...
Recent posts

Ritual dan Budaya dalam Rukun Islam

Ritual mengelilingi Ka'bah saat ibdah haji Rukun Islam terdiri dari lima kewajiban, kewajiban terakhir atau yang kelima adalah Ibadah Haji. Ibadah Haji adalah ritual yang berisi napak tilas perilaku para nabi, seperti Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail. Begitu juga dengan ibadah puasa yang sudah dijalankan oleh para nabi dan umat-umat terdahulu seperti Nabi Musa dan Siti Maryam. Islam diturunkan di tanah Arab bukan untuk melakukan judgment terhadap kebudayaan, tetapi untuk melakukan transformasi kebudayaan, maka perlu melakukan afirmasi dan akomodasi terhadap kebudayaan-kebudayaan yang sudah ada. Sama halnya dengan Islam datang ke Nusantara. Islam yang dibawa dan diajarkan oleh para Walisongo bukan dengan cara memberangus kebudayaan dan tradisi yang ada, melainkan menjadikan kebudayaan sebagai instrumen dakwah. Sehingga Islam dapat bersatu dan bersenyawa dengan kebudayaan setempat. Dalam kerangka inilah Islam Nusantara dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama. ...

Membela Tauhid atau Sembunyi Dalam Tauhid

Lambang kalimat Tauhid merupakan lambang yang dianggapnya suci oleh sekelompok orang atau golongan. Dalam masyarakat Indonesia fenomena kalimat Tauhid sudah dikenal dimana-mana, bahkan bendera, dan aksesoris-aksesoris sering dijumpai bertuliskan kalimat Tauhid. Generasi muda yang harusnya menjunjung tinggi jiwa Nasionalisme, jusrtu mengibarkan bendera yang tidak seharusnya dikibarkan di Indonesia. Menurut mereka membela kalimat Tauhid adalah bentuk cinta kepada Rasulullah saw. Pada zaman Nabi Muhammad Saw bendera kalimat Tauhid memilliki dua jenis Ar-Rayah (hitam) dan Al-Liwa (putih), keduanya dikenal sebagai bendera Panji. Sementara Ar-Rayah sebagai panji perang berukuran lebih kecil, digunakan saat berperang, dan dipindahtangankan dari kalifah ke panglima atau komando pasukan perang, gunanya untuk sebagai tanda memimpin pasukan dan menakuti musuh dalam keadaan perang. Hanya saja kesalahkaprahan di masa kini membuat orang menyangka Ar-Rayah yang berwarna hitam justru ...

Hukum Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim

Salah satu sabda Rasulullah Saw berbunyi (arti) "Sebarkan salam", tujuan Rasulullah adalah untuk memotivasi umatnya agar giat mensyiarkan salam atau doa keselamatan kepada orang lain saat saling bertemu. Di dalam kitab fiqih klasik dijelaskan, mengucapkan salam kepada non muslim hukumnya tidak diperbolehkan alias haram. Bahkan menurut Syaikh Abdullah asy-Syarqawi, sunah hukumnya menarik kembali salamnya jika sudah terlanjur diucapkan dan menurut sebagian ulama yang lain mengatakan wajib dicabut (Hasyiyah as-Syarqawi juz 1/161). Sedangkan menjawab salam dari non muslim hukumnya adalah ditafsil; jika non muslim mengucapkan salam kepada kita menggunakan shighat salam yang benar (Assalamu'alaikum), maka kita boleh menjawabnya dengan salam yang benar (Wa'alaikum salam), dan jika salam dengan shighat as-Samu (yang mempunyai arti mendoakan mati), maka cukup dijawab dengan wa'alaikum (Hasyiyah as-Shawi juz 1/311). Penjelasan diatas bisa dipahami jika...

Jelejah Juang Banser Bentuk Kecintaan Terhadap Perjuangan Pahlawan

Jelajah sekaligus berjuang menghadapi berbagai medan alam yang penuh rintangan, merupakan suatu bentuk semangat juang Banser dalam menghargai dan mengingat kembali jasa perjuangan para pahlawan yang telah memerdekaan Indonesia. Perjuangan tersebut sekaligus memaknai Banser sebagai benteng NKRI. Selain kewajiban membentengi Ulama, banser juga harus bisa multi fungsi, siap untuk menghadapi rintangan dan siap berjuang untuk NKRI. Seperti yang dilakukan oleh Banser Satkorcab Banyumas, Ahad (17/11/2019). Kegiatan Jelajah Juang Banser yang diselenggarakan PC dan Satkoryon Ajibarang diikuti oleh Banser dan Denwatser Banyumas dengan jumlah 38 grup dan masing-masing grup beranggotakan 5 orang. Menurut Toyo selaku ketua Kasatkoryon Ajibarang, mengatakan bahwa tujuan Jelajah Juang Banser adalah untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan di Nusantara. "Dahulu para pahlawan berjalan ribuan kilo melewati berbagai medan alam yang terjal dan sulit untuk berjuang mempertahankan Negara Indone...

Pentingnya Moderasi Beragama di Negara Indonesia

Ilustrasi Moderasi Beragama Moderasi beragama penting, bahkan wajib di terapkan di negara dengan masyarakat yang berbeda-beda suku, bahasa dan budaya. Dengan sikap moderat, maka toleransi dapat dikembangkan untuk mewujudkan kehidupan rukun dan kerja sama yang baik antara pihak atau kelompok yang berbeda-beda. Moderasi beragama adalah cara pandang dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Tempat dengan masyarakat mayoritas dari segi agama, segi bahasa, segi entik, maka jelas terdapat percampuran antara mayoritas dan minoritas, sehingga sikap moderat sangat ditekankan untuk bisa diwujudkan.  Menurut Arskal Salim selaku Direktur PT KAI saat ditemuinya di kantor Jakarta, Jum'at (8/11), mengatakan bahwa di negara-negara yang tadinya aman tentram damai tapi kemudian menjadi pecah timbul perang disana, itu karena ketidak mampuan negara-negara tersebut dalam mengelola perbedaan m...

Kemarau Panjang : MWC NU Kecamatan Gumelar Melaksanakan Shalat Istisqa

Sebagai hamba yang beriman selayaknya kita juga hanya memohon kepada-Nya Allah SWT tentang masalah dan keadaan dimuka bumi yang kita singgahi ini. Saat musim kemarau menghampiri manusia, sebenarnya ini adalah sebuah ujian yang diberikan kepada umat manusia tentang bagaimana menikmati rasa bersyukur dan bersabar. Dalam menyambut Hari Santri 22 Oktober 2019, MWC NU Kecamatan Gumelar mengadakan shalat Istisqa Pada hari Minggu, (22/09/2019) pukul 08.30 WIB, MWC NU Kecamatan Gumelar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan shalat sunnah Istisqo yang bertempat di Lapangan Depok, Gumelar. كصلاته فيكبر في أول الأولى سبعا وأول الثانية خمسا يقينا ويأتي بجميع ما مر ثم Artinya, “Cara shalat istisqa sama seperti cara shalat Id. Seseorang bertakbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakaat kedua. Selebihnya ia mengerjakan semua apa yang sudah ditentukan lalu di sana,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Kar...