![]() |
| Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Sirad saat diwawancara |
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Profesor KH Said Aqil Sirad menceritakan bahwa setelah perang dunia ke II, Komunis hancur berantakan. Setelah itu yang terjadi adalah Perang Peradaban, perang ini terjadi karena dimotivasi dan didorong oleh perbedaan Agama dan Suku.
Hal itu disampaikan Kiai Said dalam pidato pengukuhan ormas keagamaan di gedung PGI Salemba, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (11/01/2020) siang.
"Waktu dulu itu terjadi bersamaan dengan krisis moneter, kemudian puncaknya akan terjadi Arab Spring atau kebangkitan Dunia Arab, yang dimulai dari Tunisia, Mesir, Libya, Irak, Suriah dan seterusnya, kebangkitan ini mengakibatkan terjadinya protes dimana-mana, pemberontakan dan berujung perang antar saudara, itulah yang dinamakan Perang Peradaban," ujar kiai Said
Teori ini didapatkan dari seorang pengamat politik Samuel Hotingten saat pidato pada tahun 1997. Kiai Said juga menegaskan teori seperti itu hanya akan terjadi di Timur Tengah.
"Kita buktikan teori Samuel Hotingten tidak terjadi di Indonesia, karena kita sudah mapan, sudah selesai, perbedaan agama perbedaan suku kita sudah selesai, kita harus rukun dan saling toleransi," tegas Kiai Said di depan berbagai pemuka agama.
Hal itu dibuktikan dengan keputusan Muktamar NU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun 1936. Kiai-kiai NU memutuskan Indonesia adalah Darussalam bukan Darul Islam. Indonesia adalah negara yang damai yang berdiri atas semangat persaudaraan sesama warga bangsa.
"Dalam NU dikatakan Ukhuwah Wathaniah, persaudaraan sebangsa dan tanah air, maka amanat dari Muktamar 1936 itu selalu menjadi prinsip perjuangan, tujuan perjuangan dan latar belakang perjuangan kiai Nahdlatul Ulama." pungkas kiai Said.
Selama ini NU selalu bersikap ramah dan moderat dalam menciptakan kehidupan keagamaan, hal itu dibuktikan dengan fatwa Islam Nusantara. Dengan adanya Islam Nusantara, Islam yang harmonis dengan budaya dan menajadikan budaya sebagai insfraktuktur agama.

Comments
Post a Comment