Pada zaman Nabi Muhammad
Saw bendera kalimat Tauhid memilliki dua jenis Ar-Rayah (hitam) dan Al-Liwa (putih),
keduanya dikenal sebagai bendera Panji. Sementara Ar-Rayah sebagai panji perang berukuran lebih kecil,
digunakan saat berperang, dan dipindahtangankan dari kalifah ke panglima atau
komando pasukan perang, gunanya untuk sebagai tanda memimpin pasukan dan
menakuti musuh dalam keadaan perang.
Hanya saja kesalahkaprahan di
masa kini membuat orang menyangka Ar-Rayah yang berwarna hitam justru sebagai
bendera negara Islam. Padahal yang benar, yang digunakan oleh Nabi Muhammad
sebagai bendera utama negara Islam adalah yang putih. Beberapa hadist juga
meriwayatkan bahwa bendera negara Islam adalah yang berwarna putih.
“Rayah
Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih.” (HR Imam
Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas)
“Bahwa Nabi
Saw masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih.” (HR Imam An-Nasai dan At
Tirmidzi)
Panjinya
(Rayah) Rasulullah Saw berwarna hitam, dan benderanya (Liwa’) berwarna putih,
tertulis di dalamnya: “laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah”.” (HR
Al-Thabrani)
Semenjak kasus pembakaran
bendera hitam yang bertuliskan kalimat Tauhid di Garut pada tahun 2018, mulailah
muncul kelompok-kelompok yang mengaku dirinya sebagai pembela Tauhid. Sebelumya
bendera tesebut digunakan sebagi bendera HTI (Hizbut Tahrir), diamana organisasi
terlarang yang menginginkan berdirinya “Khilafah Islam” atau Negara Islam.
Tujuannya mendirikan Negara Islam di Indonesia memang dilarang, karena Indonesia
adalah negara beragama bukan negara agama.
Dilansir dari bbc.com, bahkan
negara Arab juga sangat
melarang keras memasang bendera hitam bertulisan Tauhid serta segala bentuk
jargon, label, atribut dan lambang apa pun yang berbau terorisme seperti ISIS,
Al-Qaeda, Al-Jama'ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme
dan ekstrimisme. Larangan tersebut karena banyaknya teroris yang berlindung dibalik
bendera Tauhid dan sejenisnya.
Belajarlah mengenal Tauhid
dengan benar, bukan dengan kekerasan. Tauhid ada dalam hati, dan buktikan
dengan tindakan kebaikan, tidak harus diumbar dengan atribut-atribut yang bisa
menyebabkan disalahgunakan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab
atau kelompok yang ingin menghancurkan suatu bangsa (teroris). Karena sekarang
bukan zamanya perang seperti zaman Nabi.

Mantap mas artikelnya.. Salam NU saklawase.. 🙏🙏
ReplyDelete